Pengertian Penyakit Gonore dan Bahayanya

Pengertian Penyakit Gonore dan Bahayanya

Untuk anda yang ada riwayat hubungan seks berbeda pasangan berhati-hatilah dengan infeksi penyakit menular seksual yaitu gonore, kebanyakan pria yang memiliki hasrat untuk melakukan aktivitas seksualnya dengan banyak perempuan hanya untuk melampiaskan hasrat tersebut. Namun anda perlu waspadai akan bahaya penyakit kencing nanah yang mungkin muncul setelah melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan, dan anda tidak tahu pasangan anda sehat atau tidak dan terhindar dari bakteri kencing nanah.

Gejala kencing nanah paling banyak dijumpai dikalangan usia 20 tahun-45 tahun akibat seks berganti pasangan.    Penyakit gonore bila terlambat atau pengobatan kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal dan mudah kambuh kembali. Penyebabnya adalah Neisseria gonorrhoeae, tergolong bakteri diplokokus berbentuk buah kopi. Gonore akut disertai dengan gejala seperti sakit buang air kecil, merah pada ujung kemaluan dan keluar nanah dari kemaluan. Masa inkubasi (waktu sebelum terjadi gejala) berkisar antara 3–5 hari setelah infeksi. Berdasarkan anatomi alat kelamin.

Perlu anda ketahui bahwa penyakit gonore adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri neisseria gonorrhoeae. Organisme ini dalam proses infeksinya memerlukan kontak langsung dengan mukosa dari individu yang terinfeksi, biasanya saat hubungan seksual. Kasus baru penyakit gonore dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut Annual Epidemiological Report 2013 oleh European Disease Control and Prevention (ECDC) dari tahun 2007 – 2011 terdapat peningkatan jumlah kasus gonore sebesar 19%. Berdasarkan data dari word health organization (WHO) pada tahun 2005 diperkirakan terdapat 88 juta kasus baru gonore pada kelompok usia 15-49 tahun dan prevalensinya 31 juta kasus. Menurut Kandun, et. al. 2011 dalam Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) 2011 prevalensi gonore di Negara Indonesia paling tinggi pada kelompok Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL) yakni sebesar 38%, kemudian diikuti oleh waria (29%), Jumlah pasangan seks yang multipel merupakan suatu faktor yang berperan dalam meningkatkan penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Pasangan seks yang banyak melakukan seks berbeda-beda pasangan dapat terjadi dalam 2 bentuk, yaitu monogami secara serial atau konkurensi, yaitu memiliki lebih dari satu pasangan dalam periode waktu yang sama. Dalam pembahasan tentang Neisseria gonorrhoeae terdapat istilah yang disebut dengan kelompok core-group. Kelompok ini adalah kelompok dengan perilaku risiko tinggi dalam transmisi yaitu terinfeksi dan menginfeksi bakteri nesseria gonorrhea. Kelompok ini dapat diidentifikasi infeksinya sering terjadi karena berhubungan dengan pekerjaan dan kebutuhan akan seks seperti PSK, pengemudi truk jarak jauh, pelayar atau dari orientasi seksual Individu yang melakukan hubungan seks dengan makin banyak pasangan seks akan makin meningkatkan peluang untuk terpapar terhadap agen infeksius yang berasal dari pasangan yang terinfeksi Faktor lain yang berperan dalam penularan penyakit gonore dalam populasi adalah banyak jumlah individu terinfeksi nesseria gonorrheae yang asimptomatis atau gejalanya minor sehingga diabaikan. Individu-individu tersebut tidak berhenti melakukan aktivitas seksual sehingga terus melanjutkan transmisi nesseria gonorrhoeae. Menurut Skerlev risiko terinfeksi nesseria gonorrheae setelah sekali paparan hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi adalah sekitar 20%, kemudian risiko meningkat menjadi 60-80% setelah 4 kali paparan atau lebih. Dengan asumsi seorang individu berganti paling tidak 1 pasangan setelah 1 bulan berhubungan dengan pasangan pertama, maka perlu untuk melacak berapakah jumlah pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir.

Klinik Pandawa merupakan salah satu klinik yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin, andrologi dan ginekologi, dengan dokter yang berpengalaman kami siap membantu anda jika anda mengalami keluhan penyakit gonore