Meninjau Pembangunan Perkotaan Sebagai Risiko

Berpikir sedikit, evolusi dalam kondisi saat ini tampaknya jauh dari prinsip pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan banyak terjadi di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, seolah-olah itu murni ekonomi. Selama proses ini, pelaku pembangunan hanya memikirkan bagaimana pembangunan dapat dicapai, dan hanya tentang realisasi unsur-unsur modal dan keuntungan. Namun, proses ini sering mengabaikan aspek lingkungan, seperti masalah perencanaan kota, perencanaan penggunaan lahan, analisis dampak lingkungan (EIA), dll.

Ada banyak fenomena perkembangan di daerah perkotaan, seperti DKI Jakarta, yang saat ini lebih berpusat pada manusia atau sangat antroposentris, daripada lingkungan di pusat pembangunan. Itu tumbuh dengan jumlah bangunan bertingkat tinggi, kepadatan permukiman dan pengembangan pulau, seperti di Jakarta Utara, dan banyak peristiwa lain yang jelas melebihi aspek lingkungan (Wiryono, 2017).  Jika lingkungan hancur, manusia menjadi tidak berdaya.

Dalam konteks pembangunan perkotaan di DKI Jakarta, ini dapat dilihat dalam skema “perusahaan di bawah ancaman” Ulrich Beck. Beck menyamakan masyarakat industri dengan “masyarakat berisiko”, mengamati keberadaan seperangkat kelas sosial dan individualisasi. Pabrik beton precast meskipun risiko dan bahaya tidak identik, mereka memiliki hubungan mereka sendiri. Risiko dapat dipahami sebagai hasil yang dapat dikontrol oleh orang atau subjek, sementara bahaya adalah sesuatu yang orang tidak dapat dikendalikan atau dikendalikan oleh (Beck, 2015). Beck menjelaskan bahwa risiko adalah sesuatu yang tidak terlihat atau tidak terlihat, karena itu hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang setelah bencana alam (sifat jangka panjang).

Skema Beck relevan ketika pengembangan tidak diimbangi dengan aspek penting kehidupan manusia, seperti kebutuhan air minum, ruang hijau, daerah tangkapan air, dan sebagainya. hanya akan menimbulkan risiko lingkungan, seperti krisis air bersih, risiko tanah longsor, banjir, dll. untuk itu diperlukan saluran air dengan pembangunan yang matang, untuk itu pemerintah harus menggalakkan untuk munjuk para kontraktor untuk bekerjasama dengan pabrik u ditch.