Menginap di Rumah Teman Bagian 2

Latihan Di Rumah Kerabat

Sebelum membiarkan anak menginap di rumah teman, sebaiknya jika memungkinkan cobalah dulu menginap di rumah kerabat dekat. Dengan begitu anak sudah dibiasakan lebih dulu menghadapi segala sesuatu yang berbeda dari di rumah. Ia akan memperoleh gambaran bahwa setiap rumah memiliki aturan yang berbeda.

Hal ini penting untuk anak menghadapi tahap perkembangan sosial berikutnya. Memang betul, kita perlu memerhatikan kematangan anak. Jika dianggap belum cukup matang, kita bisa menunda keinginannya untuk menginap di rumah teman, tetapi sebagai ganti bisa dicoba menginap di rumah kerabat, seperti rumah paman, tante, atau kakek nenek.

Meski pola asuh di rumah kerabat cenderung berbeda dari di rumah kita, segala aturan untuk anak bisa kita sampaikan dengan lebih leluasa ketimbang jika harus disampaikan kepada orang lain yang belum tentu akrab. Tujuannya tentu saja agar saat menginap pun, anak konsisten menjalankan aturan.

Bantu Persiapan

Ketika anak akan menginap, bantu ia mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa. Barang-barang yang dibutuhkan biasanya adalah perlengkapan tidur (piyama), pakaian dalam, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah, pakaian ganti, mungkin beberapa camilan kesukaan, dan sebagainya. Berikut beberapa tip agar anak pun mendapat pembelajaran berarti dari persiapannya ini:

  • Biarkan anak memutuskan apa yang akan dibawa. Orangtua tinggal memberikan masukan. Kemudian bersama-sama memasukan barangbarang ke dalam tas.
  • Berikan gambaran mengenai kebiasaan atau aturan yang mungkin berbeda dengan di rumah. * Tekankan bahwa anak harus selalu meminta izin pada tuan rumah saat ingin menggunakan barang-barang yang bukan miliknya. * Minta ia untuk tidak melupakan etiket sopan santun selama di sana, seperti mengucapkan salam, bertegur sapa, tidak membuat keributan yang berlebih ketika bermain, dan lainnya.
  • Ingatkan ia untuk mengontrol diri dan lebih bertoleransi.
  • Katakan jika ternyata ia tidak kerasan di rumah temannya, ia harus bicara pada orangtua temannya atau menghubungi Anda untuk bisa menjemputnya.
  • Satu hal lagi, perhatikan waktu menginap. Tentu sebaiknya di saat anak sudah tidak terlalu sibuk dengan kegiatan akademiknya atau saat menjelang liburan.

Untuk mempersiapkan anak masuk universitas luar negeri sebaiknya berikan ia pelatihan tes masuk jauh hari. Kunjungi lembaga tes persiapan masuk universitas luar negeri agar anak memiliki bekal dikemudian hari.