Mengenal Juvenile Dermatomyositis Bagian 1

Inilah penyakit yang ditandai dengan timbulnya kelemahan otot dibarengi munculnya bercak merah keunguan di kulit. Namanya Raisa, kemampuan motorik anak perempuan ini awalnya tak ada masalah. Ia mampu mengikuti tahapan pertumbuhan kemampuan motoriknya dengan baik, seperti tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, dan seterusnya. Namun saat berusia 4 tahun, tibatiba seluruh kemampuan motoriknya melemah bahkan ada yang menghilang.

Ia tak lagi bisa berdiri, berjalan, melompat, atau melakukan aktivitas lain seperti sebelumnya. Segenap keluarganya pun bingung bercampur waswas. Karena kekuatan otot Raisa melemah, Sang Ayah, yang kebetulan berprofesi sebagai dokter kandungan, menyangka Raisa mengalami gangguan pada sistem neurologi atau persarafannya. Namun ternyata, sang buah hati mengalami Juvenile dermatomyositis.

Genetik Dan Autoimun

Juvenile dermatomyositis atau JDM merupakan radang pada otot yang penyebab pastinya belum diketahui. Namun, para ahli menduga penyakit ini disebabkan serangan infeksi, faktor genetik, atau reaksi autoimun (respons imun tubuh yang berlebihan terhadap sel-sel tubuh sendiri). Biasanya yang terkena penyakit ini adalah anakanak atau juvenile (umur<16 tahun).

Penyakit ini tidak termasuk langka, akan tetapi angkanya sangat kecil sehingga tidak muncul dalam laporan epidemiologi. Di Amerika Serikat, tingkat kejadian JDM sekitar 2—3 kasus per satu juta kejadian sakit per tahun. Sementara di Inggris dialami 2—3 anak per satu juta anak per tahun. Perbandingan anak perempuan dan laki-laki rasionya sekitar 2:1.

Ruam Dan Radang Otot

JDM terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang menyerupai kuman. Ciri dari JDM adalah ruam yang khas, yaitu berupa bercak merah keunguan di sekitar kelopak mata (seperti bunga heliotrope dari Eropa Selatan); bercak kemerahan di leher belakang, bahu hingga ke pangkal lengan seperti syal; bercak bersisik di buku-buku jari; benjolan seperti kapur di sendi siku atau lutut; dan penebalan kuku.

Pada otot terjadi peradangan (bisa pada sel ototnya atau pada pembuluh darah berukuran kecil di otot) yang menyebabkan kekuatan otot menghilang sehingga penderita tidak dapat bergerak. Kelemahan otot ini bisa diawali dengan penderita merasa sangat lelah dan lemah sehingga tidak mampu melakukan aktivitas (seperti naik tangga, mengangkat benda, jongkok, melompat, berlari, dan sebagainya). Untuk mengetahui informasi lainnya simak situs seputar parenting dan pendidikan untuk anak.