Memahami Lebih Dalam Segemntation Targeting Positioning

Dalam hal pemasaran dan khususnya dalam hal strategi pemasaran, topik utama yang sering dibahas adalah mengenai STP. STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting, dan Positioning. Pada dasarnya sebuah produk tidak akan bisa dikonsumsi oleh semua orang, maka dari itu perlu untuk belajar mengenai ketiga hal tersebut. Contoh sederhana adalah misalnya Coca-Cola yang tidak mungkin dikonsumsi oleh bayi. Oleh sebab itu, harus ada target pasar tertentu. Segmentasi dapat dibagi menjadi beberapa macam. Seperti dapat digambarkan melalui perumpamaan bidak-bidak dalam permainan halma.

Memahami Lebih Dalam Segemntation Targeting Positioning

Bidak-bidak tersebut berwarna-warni dan kemudian warna tersebut dicampur, maka itu adalah keadaan pasar yang beraneka ragam. Segmentasi tujuannya adalah mengelompokkan agar market menjadi homogen. Karena dengan homogen, akan lebih mudah untuk menentukannya. Menurut penuturan dari marketing senior asuransi pendidikan anak premi murah untuk melakukan segmentasi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Cara yang pertama adalah misalnya melalui geografi yaitu memilah-milah berdasarkan wilayah. Kemudian cara lainnya adalah berdasarkan statistik demografi, yaitu misalnya dari usia, pendidikan, status, pendapatan, sosial, dan lain sebagainya. Cara yang ketiga adalah pendekatan segmentasi melalui psikografi atau perilaku. Perilaku disini yang dimaksud adalah bagaimana pasar atau konsumen tersebut berperilaku. Contohnya ketika pada saat hari libur, orang-orang yang melakukan kegiatan pariwisata cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Melalui segmentasi berdasarkan geografi, juga dapat dilihat perilaku nya. Misalnya ada orang yang sangat sensitif terhadap harga, namun di daerah lain ada yang sangat mengutamakan kualitas. Hal ini penting untuk diketahui pada saat akan meluncurkan produk atau jasa ke pasar. Jangan sampai pada saat meluncurkan produk tersebut, namun tidak bisa menentukan segmen pasarnya. Ketika terlambat, akan mengakibatkan kerugian karena berkaitan dengan harga, produk, dan tempat menjual nya. Ketika sudah memilah-milah segmen pasar sehingga homogen, cara kedua yang harus dilakukan adalah targeting, yaitu menentukan pasar mana yang kita bidik. Misalnya produk tersebut adalah action figure namun target pasarnya adalah untuk orang dewasa, bukan untuk golongan anak-anak karena tujuannya untuk para kolektor action figure.

Setelah melakukan targeting, hal yang harus dilakukan adalah positioning. Artinya bagaimana memposisikan produk atau toko kita dalam benak pelanggan. Untuk melakukan positioning terdapat dua ketentuan untuk pembagian matriks nya yaitu masalah harga dan masalah kualitas. Artinya apakah kualitas produk kita bagus, rendah atau biasa. Serta apakah harga kita tinggi, rendah atau biasa. Ada barang yang harganya rendah tapi kualitasnya bagus, maka akan banyak peminat.

Namun ada pula yang harga tinggi namun kualitasnya rendah. Hal tersebut dalam strategi marketing dinamakan dengan ‘strategi koboi’. Yaitu strategi yang nekad karena ada perusahaan yang yakin harus masuk ke pasar premium walaupun kualitasnya buruk. Namun ada pula orang yang menganut sistem ‘ada harga ada rupa’ artinya harganya tinggi namun kualitasnya juga bagus. Hal ini berpengaruh sehingga orang mengetahui bagaimana menempatkan posisinya dimana. Sehingga kalau penentuan target pasar sudah tepat, namun positioning nya salah, maka kegiatan promosi dan marketing akan mengalami kegagalan.