Jangan Tidur Sembarangan di Masjid, Anda Sudah Tahu Hukumnya?

Jangan Tidur Sembarangan di Masjid, Anda Sudah Tahu Hukumnya?

 

 

Ketika bulan ramadhan tiba kita akan sering melihat banyak orang yang tidur – tiduran di dalam masjid. Sementara itu banyak masjid yang memasang pengumuman atau himbauan untuk tidak tidur di masjid. Beberapa orang berpendapat bahwa tidur di masjid hukumnya haram karena masjid adalah tempat ibadah bukan tempat tidur. Ada pula yang mengatakan bahwa pemandangan orang tidur di harga kubah masjid memperlihatkan bahwa umat islam tidak bersemangat dan lemah. Namun bagaimanakah sebenarnya hukum tidur di masjid? Apakah islam melarang untuk tidur di masjid?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Darimi No.1363 dikisahkan bahwa dari  Sa’id bin Al Mughirah telah menceritakan kepada kami Mu’tamir dari Daud bin Abu Hindun dari Abu Harb bin Abu Asad Ad Dili dari Pamannya dari Abu Dzar ia berkata, “Nabi s.a.w. datang kepadaku sementara saya sedang tidur di masjid, kemudian beliau mengoyang-goyangku menggunakan kakinya. Beliau berkata: “Kenapa aku melihat kamu tidur dalam masjid?” Aku lalu menjawab, “Aku terkalahkan oleh rasa kantuk.”

Berdasarkan hadits di atas dapat kita lihat bahwa Rasulullah SAW melarang orang tersebut untuk tidur di dalam masjid. Selain itu beberapa sahabat Nabi juga pernah melarang seseorang untuk tidur di masjid seperti perkataan Ibnu Abbas r.a, “Jangan kalian jadikan ia (masjid) sebagai tempat untuk tidur siang atau tidur malam.” Dari perkataan Ibnu Abbas ini kemudian sebagian Ulama melarang orang untuk tidur di masjid.

Namun dalam hadits lain menerangkan bahwa Rasulullah sendiri pernah tidur di masjid, seperti dalam hadits Bukhari No. 3305 berikut: Telah bercerita kepada kami Isma’il berkata telah bercerita kepadaku saudaraku dari Sulaiman dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir, aku mendengar Anas bin Malik bercerita kepada kami tentang perjalanan malam isra’ Nabi s.a.w. dari masjid Kabah (Al Haram). Ketika itu, beliau didatangi oleh tiga orang (malaikat) sebelum beliau diberi wahyu, saat sedang tertidur di Masjidil Haram.

Selain itu sahabat Ibnu Umar juga pernah tidur di masjid seperti yang tertulis dalam hadits Tirmidzi No. 295 dan Ibnu Majah No. 473 yang berbunyi, “Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata; telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Salim dari Ibnu Umar ia berkata : “Pada masa Rasulullah s.a.w. kami tidur di masjid, sedang waktu itu kami masih muda.”

Dalam kumpulan haditsnya Tirmidzi kembali menjelaskan bahwa menurut Abu Isa hadits dari Ibnu Umar ini memiliki derajar hasan shahih, sehingga kemudian sebagian ulama memberikan keringanan untuk hukum diperbolehkannya tidur di dalam masjid.

Berdasarkan beberapa hadits di atas maka dapat disimpulkan bahwa tidur di dalam masjid diperbolehkan pada kondisi tertentu. Karena sebagian hadits yang menerangkan Rasulullah tidur dimasjid adalah ketika peristiwa isra’ mi’raj di malam hari. Sedangkan ibnu umar juga tidur di dalam masjid ketika malam hari. Maka apabila tidur di dalam produsen kubah masjid pada siang hari atau jam seharusnya seseorang berkarya, boleh saja diberikan pelarangan.